Langsung ke konten utama

Efek Buang Sampah Sembarangan

Hanya ingin share kejadian empat hari lalu. Saat menunggu angkot untuk pulang, saya melihat kecelakaan sepeda motor. Mungkin lebih tepatnya bisa dikatakan sepeda motor yang tergelincir di jalan raya.Tapi cukup membuat si pengendara motor terpelanting, dan untungnya tidak terjadi kecelakaan yang lebih parah.
Yang ingin saya share sebenarnya adalah penyebab sepeda motor itu terjatuh.. Saat itu memang hujan baru saja turun, dan jalan mungkin agak licin, tapi penyebab kejadian itu adalah plastik.. Ya, plastik yang ada di tengah jalan karena mungkin masih banyak orang yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Motor yang yang tergelincir itu awalnya berjalan biasa saja, tapi ketika bannya melintasi plastik yang ada, seketika motornya langsung oleng dan tergelincir dengan cepat. Untung, dibelakangnya tidak ada mobil atau motor lain yang melaju dengan kencang, sehingga si pengendara dan motornya selamat.
Ternyata, membuang sampah sembarangan tidak hanya menyebabkan dampak pada lingkungan, tapi juga bisa menjadi penyebab kecelakaan!!

So, we won't make anybody get hurt, isn't it? :)

Komentar

  1. eh malah blogging ni AbeGe,,Mandi ! gw jemput jam 10-an yaa~ :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sleepy Time

Sleepy. Setiap orang pasti pernah mengalami ngantuk. Kadang-kadang, rasa kantuk menyerang di saat yang tidak tepat seperti yang saya alami sekarang. Ngantuk di saat kerja... ugh, so disturbing! But, times still go on,,, terasa ngantuk, tp gak bisa n gak boleh tidur.. what should we do? So, in this situation i prefer to stand up from my chair, reach a mini glass and make a cup coffee!! then, turn on windows media player, hear the music and follow the melody!! yeah, fa..la..la..la..la.. :D It's time to work-again. hehehe.. This is mine, what yours? ^_^ note: Bloging, salah satu selingan untuk menghilangkan rasa ngantuk. hehe :D Salam, muti

Lets Find Out The Tadpoles and See: "Its Breeding Time!!"

Sore hari, setelah selesai nongkrong di lab ngerjain macem-macem (termasuk ngerumpi, hehe..), saya berbaik hati menemani teman saya si Uphie buat ngambil berudu sebagai sample penelitian S2-nya. Selain saya, ada juga tumbal satu lagi yaitu "si om ganjen", yang tiba-tiba datang ke lab karena gak ada kerjaan dan gak tau mau ngapain lagi mentang-mentang skripsinya udah kelar n udah daftar wisuda. Walhasil, berangkatlah kita bertiga ke kolam Rektorat di kampus yang notabene disana banyak berudunya. Hehehe  Sesampainya disana, hal pertama kali yang dilihat adalah ada dua pasang kodok Buduk alias Bufo melanostictus lg amplexus atau kawin. Sepertinya sekarang lagi musim kawin buat katak karena hujan sudah mulai sering turun. Uniknya, katak kalau sedang amplexus akan berlangsung dalam waktu cukup lama. Jadi, si betina akan berenang kemana-mana sambil bawa si jantan yang ada di atasnya. Kasian si betina.. Tapi anehnya, kita gak ngeliat telurnya. Sepertinya si betina belum mengeluar...

Terdampar dan Tersesat (2)

Okeh, kembali ke cerita PKLP saya di Alas Purwo jilid II yang udah terlalu lama rilisnya (diprotes nih sama si Emak, hehe =P ), maka saya akan kembali mengingat memory akan kejadian lain yang tak terlupakan disana. Yak, sesuai judulnya kita “Tersesat!”  atau bahasa kerennya “Lost In The Jungle” (yang terdampar udah ada di jilid I, J ).  Nah, hari itu memang jadwal kami untuk mengambil data mengenai debit air ke salah satu Gua di dalam hutan yang berada di Resort Rowobendo.  Gua Bashori namanya, dan disanalah salah satu tempat sumber air yang mengalir ke Resort ini. Untuk mencapai gua ini, kita harus masuk tepi hutan di padang  penggembalaan sadengan. Sedikit cerita mengenai padang sadengan, padang penggembalaan ini merupakan habitat dari kawanan Banteng dan rusa, untuk makan dan minum. Tidak hanya itu, merak dan jenis burung lain juga terkadang berada di tempat ini. Karena hutan yang kita lewati  masih merupakan home range (wilayah jelajah) bant...