Langsung ke konten utama

Postingan

Stamps

Sometimes, stamps can show history... someweeks ago,i just realized that i still have 2 stamp albums. Actually this is not (purely) my collection,, but my mom.. hehehe :) 1 album is mine,, :D. Learn from her to collect the stamps when i was in elementary school, but stopped  in Senior High School. ^^V Its because i didn't sent mail anymore or lazy to look stamps, its displaced by sms or email. Now, when i take a look my stamp album again,, it show a story.. :)

Poems

Aku Ingin Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Pada Suatu Hari Nanti Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari nanti, Suaraku tak terdengar lagi, Tapi di antara larik-larik sajak ini, Kau akan tetap kusiasati. Pada suatu hari nanti, Impianku pun tak dikenal lagi, Namun di sela-sela huruf sajak ini, Kau tak akan letih-letihnya kucari. Some of my favorite poem, authored by Sapardi Djoko Damono , an old poet from Indonesia.. :)

The Power of Twitter

Twitter, salah satu jaringan sosial yang saat ini sedang nge-trend. Ternyata, media ini tidak hanya menyampaikan pikiran dan isi hati penggunanya, tapi juga bisa membangun sebuah opini publik. Melalui tanda hashtag (#), dan sebuah kata kunci, maka suatu issu bisa jadi trending topik yang bisa dibaca diseluruh dunia. Beberapa minggu yang lalu, saya sempat melihat sebuh film yang menunjukkan kekuatan twitter untuk membangun opini public menjelang pencalonan gubernur. Disana diceritakan, bahwa ada sekumpulan orang yang dibayar untuk membangun citra seseorang calon gubernur yang akan dipilih nanti. Nah, melalui twitter, sekumpulan orang ini terus menerus update status tentang citra si calon gubernur yang kemudian diberi "#" nama calon gubernur itu. Sampai akhirnya, nama sang calon menjadi trending topik yang diincar beritanya hingga popularitasnya pun naik.  Ini hanya sekelumit cerita dalam film, tapi pada kenyataannya memang seperti itu. Beberapa hari yang lalu, di lini...

Let's Go to Hip Hop

I just listen one of JFlow song's on TV with tittle "we are one". And i don't know how, the music was stuck in my head. Its so comfort in my ears, flow like the name. So, i decided to find out this song in internet and i found the others song whose singing by him. Indonesian music hip hop,, It's not only easy to listen but also has a good lyrics. we are one, is talking about nasionalism and i like this lyric: Cuz these are the truth that you rarely being told That we're so rich of oil and gold   And gas and minerals and all kinds of riches The mountains rivers and beautiful beaches We were once the leader of the region Lion of Asia we didnt get for no reason Your government might issue a travel warning But right here we miss you so keep on coming To this land where the people are nice The spot on earth they call the paradise Cuz we're surrounded by the ring of fire We're not afraid we will only go higher Im Indonesian man, and Im proud One hell ...

Quote from Rumi

GUEST HOUSE This being human is a guest house Every morning a new arrival. A joy, a depression, a meanness, Some momentary awareness comes as an unexpected visitor. Welcome and entertain them all! Even if they are a crowd of sorrows, who violently sweep youor house empty for its furniture, still treat each guest honorably. He may be declaring you out for some new delight. The dark thought, the sham, the malice, Meet them at the door laughing, and invite them in. Be grateful for whoever comes, because each has been sent as a guide from beyond -Rumi- Just quote one of  good articles authored by Rumi. I think its better to shared  ^_^v

Selingan

Sambil nunggu waktu lembur weekend ini (biasanya bisa santai libur.. :D), dan lg keluar uring-uringannya, maka diputuskanlah untuk bloging (lagi. hehehe.). Kali ini cuma mau sharing novel yang baru aja saya baca. Novel karya tere liye, judulnya "Rembulan Tenggelam di Wajahmu". Sebenarnya berawal dari baca review yang dibuat mba Annisa Reswara di blognya catatan mini . Setelah selesai bacanya, saya akui novel ini memang bagus. Gak mau review ulang, karena reviewnya sudah jelas ditulis di blognya catatan mini. :D. Just quotes from this book: " kecil besar nilai perbuatan, hanya langit yang menilai. kecil besar manfaat sebuah perbuatan langit juga yang menilai. bukan berdasarkan manusia yang keterlaluan mencintai dunia." "Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan yang tulus dari kejadian itulah yang abadi." Yang tertarik, selamat membaca novelnya.. :) Salam, muti :)

25

Source from here Tidak terasa waktu sudah berlalu selama 25 tahun. Banyak cerita, pengalaman, dan orang-orang yang datang dan pergi selama tenggang waktu itu. Tapi dalam tulisan singkat ini, saya hanya ingin mengucapkan rasa syukur atas segala sesuatu yang telah diberikan oleh-Nya.  Syukur atas segala nikmat-Nya, atas segala penghidupan dan orang-orang yang berada disekitar saya. Dalam waktu 25 tahun, banyak hal-hal baik atau buruk, benar atau salah yang saya lakukan. Saya hanya mencoba berada di jalan yang baik dan benar menurut saya, tapi terkadang pemikiran saya salah. Hal yang benar menurut kita belum tentu benar juga bukan pada hakikatnya? Tapi saya hanya manusia yang masih harus banyak belajar. Satu hal yang pasti, saya sangat bersyukur karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang baik, hebat, dan peduli.   Terima kasih untuk semuanya, deep inside my heart, I wish all the best thing for you all.. J Salam, Muti